Gerhana Matahari Cincin

Selasa, 5 Januari 1954

Tidak terlihat dari Indonesia, lihat detail

94%tertutup · 10:01–10:02 WIB · titik puncak, di Antarktika

Fase cincin hingga 1 menit 49 detik. Bayangan Bulan menyapu Antarktika, lalu hilang di Samudra Pasifik.

Terlihat di

Cincin
Antarktika
Sebagian
Sebagian Oseania dan Antarktika

Peta gerhana

  • Cincin, sekitar 280 km lebarnya
  • Sebagian, dari sedikit sampai hampir total

Globe ini menunjukkan jalur fase cincin, yang membentang dari 65,5° LS, 3,3° BB hingga 50,7° LS, 105,8° BB.

Di luar jalur itu, gerhana sebagian terlihat dari wilayah yang jauh lebih luas, kira-kira dari 67° LS hingga 9° LS. Makin dekat ke jalur, makin banyak Matahari tertutup.

Waktu gerhana

Dalam WIB. Tiap tempat mengalami bagiannya sendiri dalam rentang ini.

  1. Mulai gerhana sebagianPertama terlihat di Samudra Hindia
  2. Mulai fase cincinPusat bayangan Bulan menyentuh Bumi
  3. Puncak gerhana02:31 UTC · Di Antarktika · fase cincin 1 mnt 42 dtk
  4. Akhir fase cincinPusat bayangan Bulan meninggalkan Bumi di Samudra Pasifik
  5. Akhir gerhana sebagianGerhana selesai di seluruh Bumi

Gerhana Matahari tidak punya fase penumbra; fase itu hanya ada pada gerhana Bulan.

Data gerhana

07:4410:0112:19
4 jam 35 menit gerhana sebagian di Bumi1 jam 26 menit fase cincin di suatu tempat di Bumi
Fase cincin terlama
1 mnt 49 dtk
di Samudra Selatan
Magnitudo
0,972
Bulan tampak 3% lebih kecil dari Matahari
Seri Saros
Saros 121

Dari Jakarta Pusat

Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.Jakarta, sampai kamu memilih lokasi

Gerhana ini tidak terlihat dari Jakarta Pusat. Bayangan Bulan tidak melewati tempat ini.

Di Indonesia

Gerhana ini tidak terlihat dari ibu kota provinsi mana pun. Bayangan Bulan tidak sampai ke Indonesia.

Rincian 38 ibu kota provinsi
Gerhana di 38 ibu kota provinsi, dari barat ke timur, dalam waktu setempat.
Ibu kotaTertutupKeterangan
Banda AcehAceh–Tidak dilewati bayangan Bulan
MedanSumatera Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
PadangSumatera Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
PekanbaruRiau–Tidak dilewati bayangan Bulan
JambiJambi–Tidak dilewati bayangan Bulan
PalembangSumatera Selatan–Tidak dilewati bayangan Bulan
BengkuluBengkulu–Tidak dilewati bayangan Bulan
Bandar LampungLampung–Tidak dilewati bayangan Bulan
Pangkal PinangKepulauan Bangka Belitung–Tidak dilewati bayangan Bulan
Tanjung PinangKepulauan Riau–Tidak dilewati bayangan Bulan
Jakarta PusatDKI Jakarta–Tidak dilewati bayangan Bulan
BandungJawa Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
SemarangJawa Tengah–Tidak dilewati bayangan Bulan
YogyakartaDI Yogyakarta–Tidak dilewati bayangan Bulan
SurabayaJawa Timur–Tidak dilewati bayangan Bulan
SerangBanten–Tidak dilewati bayangan Bulan
DenpasarBali–Tidak dilewati bayangan Bulan
MataramNusa Tenggara Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
KupangNusa Tenggara Timur–Tidak dilewati bayangan Bulan
PontianakKalimantan Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
PalangkarayaKalimantan Tengah–Tidak dilewati bayangan Bulan
BanjarmasinKalimantan Selatan–Tidak dilewati bayangan Bulan
SamarindaKalimantan Timur–Tidak dilewati bayangan Bulan
Tanjung SelorKalimantan Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
ManadoSulawesi Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
PaluSulawesi Tengah–Tidak dilewati bayangan Bulan
MakassarSulawesi Selatan–Tidak dilewati bayangan Bulan
KendariSulawesi Tenggara–Tidak dilewati bayangan Bulan
GorontaloGorontalo–Tidak dilewati bayangan Bulan
MamujuSulawesi Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
AmbonMaluku–Tidak dilewati bayangan Bulan
Tidore KepulauanMaluku Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
JayapuraPapua–Tidak dilewati bayangan Bulan
ManokwariPapua Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
MeraukePapua Selatan–Tidak dilewati bayangan Bulan
NabirePapua Tengah–Tidak dilewati bayangan Bulan
WamenaPapua Pegunungan–Tidak dilewati bayangan Bulan
SorongPapua Barat Daya–Tidak dilewati bayangan Bulan