Gerhana Matahari Cincin

Kamis, 26 Desember 1935

Tidak terlihat dari Indonesia, lihat detail

95%tertutup · 01:29–01:30 WIB · titik puncak, di Antarktika

Fase cincin hingga 1 menit 38 detik. Bayangan Bulan menyapu Antarktika, lalu hilang di Samudra Atlantik.

Terlihat di

Cincin
Antarktika
Sebagian
Antarktika dan sebagian Oseania

Peta gerhana

  • Cincin, sekitar 230 km lebarnya
  • Sebagian, dari sedikit sampai hampir total

Globe ini menunjukkan jalur fase cincin, yang membentang dari 62,3° LS, 135,0° BT hingga 53,2° LS, 25,1° BT.

Di luar jalur itu, gerhana sebagian terlihat dari wilayah yang jauh lebih luas, kira-kira dari 67° LS hingga 13° LS. Makin dekat ke jalur, makin banyak Matahari tertutup.

Waktu gerhana

Dalam WIB. Tiap tempat mengalami bagiannya sendiri dalam rentang ini.

  1. Mulai gerhana sebagianPertama terlihat di Samudra Pasifik (25 Desember 1935)
  2. Mulai fase cincinPusat bayangan Bulan menyentuh Bumi
  3. Puncak gerhana17:59 UTC · Di Antarktika · fase cincin 1 mnt 30 dtk
  4. Akhir fase cincinPusat bayangan Bulan meninggalkan Bumi di Samudra Atlantik
  5. Akhir gerhana sebagianGerhana selesai di seluruh Bumi

Gerhana Matahari tidak punya fase penumbra; fase itu hanya ada pada gerhana Bulan.

Data gerhana

23:1225 Des01:2903:47
4 jam 35 menit gerhana sebagian di Bumi1 jam 28 menit fase cincin di suatu tempat di Bumi
Fase cincin terlama
1 mnt 38 dtk
di Samudra Selatan
Magnitudo
0,975
Bulan tampak 2% lebih kecil dari Matahari
Seri Saros
Saros 121

Dari Jakarta Pusat

Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.Jakarta, sampai kamu memilih lokasi

Gerhana ini tidak terlihat dari Jakarta Pusat. Matahari belum terbit saat gerhana berlangsung, 00:38–01:25 WIB.

Di Indonesia

Gerhana ini tidak terlihat dari ibu kota provinsi mana pun.

Rincian 38 ibu kota provinsi
Gerhana di 38 ibu kota provinsi, dari barat ke timur, dalam waktu setempat.
Ibu kotaTertutupKeterangan
Banda AcehAceh–Tidak dilewati bayangan Bulan
MedanSumatera Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
PadangSumatera Barat–Matahari belum terbit
PekanbaruRiau–Matahari belum terbit
JambiJambi–Matahari belum terbit
PalembangSumatera Selatan–Matahari belum terbit
BengkuluBengkulu–Matahari belum terbit
Bandar LampungLampung–Matahari belum terbit
Pangkal PinangKepulauan Bangka Belitung–Matahari belum terbit
Tanjung PinangKepulauan Riau–Tidak dilewati bayangan Bulan
Jakarta PusatDKI Jakarta–Matahari belum terbit
BandungJawa Barat–Matahari belum terbit
SemarangJawa Tengah–Matahari belum terbit
YogyakartaDI Yogyakarta–Matahari belum terbit
SurabayaJawa Timur–Matahari belum terbit
SerangBanten–Matahari belum terbit
DenpasarBali–Matahari belum terbit
MataramNusa Tenggara Barat–Matahari belum terbit
KupangNusa Tenggara Timur–Matahari belum terbit
PontianakKalimantan Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
PalangkarayaKalimantan Tengah–Matahari belum terbit
BanjarmasinKalimantan Selatan–Matahari belum terbit
SamarindaKalimantan Timur–Tidak dilewati bayangan Bulan
Tanjung SelorKalimantan Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
ManadoSulawesi Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
PaluSulawesi Tengah–Tidak dilewati bayangan Bulan
MakassarSulawesi Selatan–Matahari belum terbit
KendariSulawesi Tenggara–Matahari belum terbit
GorontaloGorontalo–Tidak dilewati bayangan Bulan
MamujuSulawesi Barat–Matahari belum terbit
AmbonMaluku–Matahari belum terbit
Tidore KepulauanMaluku Utara–Tidak dilewati bayangan Bulan
JayapuraPapua–Tidak dilewati bayangan Bulan
ManokwariPapua Barat–Tidak dilewati bayangan Bulan
MeraukePapua Selatan–Matahari belum terbit
NabirePapua Tengah–Tidak dilewati bayangan Bulan
WamenaPapua Pegunungan–Tidak dilewati bayangan Bulan
SorongPapua Barat Daya–Tidak dilewati bayangan Bulan